Welcome

22 Januari 2017

TULISAN 2

Penerapan Etika Bisnis Pada Perusahaan
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
pada perusahaan PT. WBC yang bergerak dalam bidang transportasi penerbangan yang berusaha menerapkan etika bisnis dalam menjalankan perusahaan. PT. WBC (Persero) adalah maskapai pertama dan terbesar di Indonesia, menerbangkan hampir 50 destinasi domestik maupun internasional.
Dengan pendekatan berorientasi “melayani”, PT. WBC bertujuan menjadi penyedia layanan terdepan bagi wisatawan udara maupun pengiriman barang melalui udara di negara ini, dengan armada mendekati 120 pesawat terbang untuk mendukung seluruh pelayanan kami.
Tata Nilai Perusahaan WBC telah mengumandangkan 5 (lima) nilai-nilai Perusahaan, yaitu eFficient & effective; Loyalty; customer centricitY; Honesty & Openness dan Integrity yang disingkat menjadi “FLY HI” sejak tahun 2007, dilanjutkan dengan rumusan code of conduct yang diluncurkan pada tahun 2008. Tata nilai FLY HI dan etika Perusahaan merupakan soft structure dalam membangun Budaya Perusahaan sebagai pendekatan yang digunakan PT. WBC untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik.
Etika Bisnis dan Etika Kerja Pada tahun 2011, Perusahaan menetapkan etika bisnis & etika kerja perusahaan melalui Surat Keputusan Direktur Utama PT WBC (Persero) Tbk No. JKTDZ/SKEP/50023/11 tanggal 11 Maret 2011. Etika bisnis dan etika kerja tersebut merupakan hasil penyempurnaan dari pedoman perilaku (code of conduct) yang diterbitkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama PT WBC (Persero) Tbk No.JKTDZ/SKEP/50002/08 tanggal 14 Januari 2008 tentang Nilai-nilai Perusahan dan Pedoman Perilaku (code of conduct) Insan PT. WBC. Penyempurnaan dilakukan berdasarkan umpan balik dari hasil proses implementasi internalisasi serta rekomendasi hasil GCG assessment tahun 2009.
Etika Bisnis dan Etika Kerja Perusahaan merupakan himpunan perilaku-perilaku yang harus ditampilkan dan perilaku-perilaku yang harus dihindari oleh setiap Insan Garuda Indonesia. Etika dan perilaku tersebut dalam hubungannya dengan: 
1. Hubungan Sesama Insan PT. WBC.
2. Hubungan dengan Pelanggan, Pemegang Saham dan Mitra Usaha serta Pesaing.
3. Kepatuhan Dalam Bekerja, mencakup Transparansi Komunikasi dan Laporan Keuangan; Penanganan Benturan Kepentingan; Pengendalian Gratifikasi; Perlindungan Tehadap Aset Perusahaan dan Perlindungan Terhadap Rahasia Perusahaan.
4. Tanggung jawab Kepada Masyarakat, Pemerintah dan Lingkungan.
5. Penegakan Etika Bisnis dan Etika Kerja mencakup: Pelaporan Pelanggaran; Sanksi Atas Pelanggaran; Sosialisasi dan Pakta Integritas.
Tata nilai, etika bisnis dan etika kerja merupakan tanggung jawab seluruh Insan PT. WBC, seperti yang dinyatakan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama Perusahaan dalam Buku Etika Bisnis dan Etika Kerja Perusahaan serta sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Utama PT WBC (Persero) Tbk No. JKTDZ/SKEP/50023/11 tanggal 11 Maret 2011, ketetapan ketiga bahwa seluruh pegawai Perusahaan wajib memahami, menerapkan dan melaksanakan Etika Bisnis dan Etika Kerja serta menandatangani “Pernyataan Pakta Integritas Kepatuhan Terhadap Etika Perusahaan.” Internalisasi nilai-nilai dan etika Perusahaan dilakukan secara intensif melalui berbagai saluran komunikasi, pelatihan dan terintegrasi dengan sistem penilaian pegawai. Sosialisasi melalui saluran komunikasi internal perusahaan baik cetak maupun elektronik, tatap muka dan diskusi ke semua Unit Kerja baik di kantor Pusat maupun di Kantor Cabang serta melalui program pelatihan. Melalui proses sosialisasi, pada tahun 2011 ini jumlah pegawai yang telah menandatangani lembar komitmen kepatuhan terhadap etika Perusahaan telah mencapai 2.980 pegawai dari berbagai profesi dan unit kerja.
            Jumlah tersebut berarti sudah mencapai lebih dari separuh dari total pegawai Perusahaan. Perusahaan mengimplementasikan whistleblowing system sebagai alat manajemen untuk membantu Penegakan etika perusahaan. Melalui sistem ini diharapkan semua pemangku kepentingan mau melaporkan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh oknum pegawai Garuda. Etika Bisnis dan Etika Kerja serta whistleblowing system disosialisasikan pula kepada Mitra Usaha sehingga Mitra usaha dapat membantu proses penegakkan etika di Perusahaan serta bersama-sama menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan bermartabat.
Budaya Perusahaan Tata nilai “FLY HI” dan etika Perusahaan merupakan soft structure untuk membangun Budaya Perusahaan sebagai pendekatan yang digunakan PT.WBC untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).



https://muhamadrifqi.wordpress.com/2013/01/21/penerapan-etika-bisnis-pada-perusahaan/

TULISAN 1

Pengertian Bisnis, Tujuan Bisnis dan Manfaat Bisnis

 
Pengertian Bisnis menurut Musselman adalah keseluruhan dari aktivitas yang diorganisir oleh orang yang tidak berurusan di dalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakan barang dan jasa agar terpenuhinya suatu kebutuhan dalam perbaikan kualitas hidup.
 
Menurut Hooper, Pengertian Bisnis adalah keseluruhan yang lengkap pada berbagai bidang seperti industri dan penjualan, industri dasar dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan, transportasi, insuransi dan lain sebagainya; yang kemudian melayani dan memasuki dunia bisnis secara menyeluruh.
 
Peterson dan Plowman mengemukakan Pengertian Bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupun penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara berulang-ulang. Menurut paterson dan plowman, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukanlah merupakan pengertian bisnis.
 
Pengertian Bisnis menurut Owen adalah suatu perusahaan yang berhubungan dengan distribusi dan produksi barang-barang yang nantinya dijual ke pasaran ataupun memberikan harga yang sesuai pada setiap jasanya.
 
Menurut Hunt dan Urwick, Pengertian Bisnis ialah segala perusahaan apapun yang membuat, mendistribusikan ataupun menyediakan berbagai barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu dalam membeli atau membayarnya.
 
L.R.Dicksee mengatakan bahwa Pengertian Bisnis yaitu suatu bentuk dari aktivitas yang utamanya bertujuan dalam memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan di dalam terjadinya aktivitas tersebut.
 
Tujuan Bisnis dan Manfaat Bisnis
Tujuan bisnis suatu perusahaan dapat kita lihat dari berbagai macam kepentingan, baik owner, pesaing, supplier, karyawan, konsumen, masyarakat umum, maupun pemerintah.
 
Pada umumnya tujuan bisnis didirikan tidak hanya profit oriented semata, namun secara keseluruhan tujuan bisnis didirikan meliputi :
(1) Profit,
(2) Pengadaan barang atau jasa,
(3) Kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan masyarakat,
(4) Full employment,
(5) Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang (waktu yang lama),
(6) Kemajuan dan pertumbuhan,
(7) Prestise dan prestasi.
 
Proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi dan masyarakat pada umumnya. Para pemegang atau pemilik faktor-faktor produksi ini memperoleh manfaat dan nilai ekonomi secara layak.
 
Bertitik tolak pada usaha pencapaian tujuan-tujuan tersebut, maka tentunya proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan dan kemanfaatan bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau pemilik faktor-faktor produksi dan masyarakat pada umumnya.
 
Tercapainya tujuan bisnis akan bersifat langgeng (lebih bersifat jangka panjang) kalau didukung secara inclusif tercapainya tujuan para pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Misalnya pihak tenaga kerja, supplier bahan, pemilik modal dan pihak-pihak eksternal lainnya.
 
Dengan demikian, etika bisnis meliputi keseluruhan proses manajemen perusahaan mengenai pengelolaan sumber daya ekonomi di mana para pemilik sumber daya ekonomi ini sama-sama memperoleh manfaat secara ekonomi yan layak. Di samping itu, masyarakat mendapatkan manfaat sosial yang positif dengan adanya pemberdayaan sumber daya ekonomi tersebut. Bagi para pemilik sumber daya ekonomi tentunya manfaat tersebut diukur dengan ukuran ekonomi dan sosial yang layak.
 
Bagi masyarakat yang berada di sekitar perusahaan juga mendapat manfaat ekonomi dan manfaat sosial dengan adanya perusahaan yang berdiri di masyarakat. Secara sistematik kelayakan ukuran alokasi sumber daya ekonomi bagi pemilik sumber daya ekonomi harus dilihat dari peran yang diberikan oleh masing-masing pihak pemilik secara adil dalam proses pembentukan atau informasi nilai ekonomi yang dibentuk oleh sistem bisnis yang berlaku di masyarakat.
 
 
http://www.pengertianpakar.com/2015/01/pengertian-manfaat-dan-tujuan-bisnis.html

18 November 2016

TULISAN 1

MACAM MACAM GAYA RENANG


1. Gaya Dada / Katak
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak.Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

2. Gaya Bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

3. Gaya Punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
4. Gaya Kupu-Kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

TUGAS 1

 CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY

 
    Corporate Social Responbility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya). perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, Disini, saya akan mengambil contoh perusahaan Unilever. Unilever adalah adalah perusahaan multinasional yang memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan juga perawatan tubuh. Unilever adalah produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia. Unilever mempunyai tanggung jawab sosial terhadap perusahaan itu sendiri.

      Unilever, sebagai induk untuk lebih dari 200 merek yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan, Unilever memiliki dedikasi luar biasa dalam hal tanggung jawab sosial. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan, mereka memiliki tujuan untuk memperbaiki wilayah sekitar melalui strategi yang inovatif. Upaya tersebut diwujudkan dalam sebuah platform online untuk solusi yang berkelanjutan. Hal ini merupakan upaya terbaru untuk mengurangi dampak lingkungan yang besarnya dua kali lipat. Pada situs tersebut, Unilever telah mempublikasikan daftar lebih dari sepuluh “wants”, yaitu daerah-daerah yang mencari solusi-solusi inovatif. Mereka meminta agar para pemangku kepentingan (stakeholder) dan stakeholder potensial berbagi ide-ide asli, mutakhir melalui portal pendaftaran online dari yang  proposisinya disaring dan dimanfaatkan. Mengundang keterlibatan dan saran publik adalah inisiatif CSR yang paling inovatif.


      Sekian pembahasan mengenai CSR kali ini, semoga postingan ini bermanfaat  bagi anda yang membacanya.



6 Oktober 2016

TULISAN 1

Pengantar Bisnis

Pengertian Bisnis

Bisnis dalam pengertiannya adalah usaha atau perusahaan yang dimana si pelakunya ingin mendapat keuntungan seraca ekonomi. Bisnis lebih ditekankan kepada pelaku jual beli baik secara tunai maupun kredit, dengan strategi bisnis kita bisa melakukan riset pasar, meramal sebuah perusahaan atau lembaga bisnis lainya apakah akan mengalami kemajuan atau kemunduran (Dinamis) sesuai siklus ekonomi pasar.

Faktor Perubahan Ekonomi

Yang menjadi faktor perubahan ekonomi yaitu akibat :
  1. adanya era Globalisasi Pasar (Pasar Bebas)
  2. adanya era Teknologi (Informasi)
Pengertian Globalisasi Pasar (Pasar Bebas) adalah dimana adanya kegiatan bisnis yang tidak mengenal batas wilayah, dampaknya ialah yang terkuatlah yang bertahan dan yang paling memiliki marketable value.
Pengertian Teknologi (Informasi) adalah dimana adanya kegiatan bisnis tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui media Informasi (IT) yaitu melalui iklan dan situs online. Sebagai contoh kita sering menjumpai situs-situs iklan maupun jual beli di internet, itu menandakan si pelaku bisnis sudah tidak perlu memiliki subuah toko atau galery yang cukup besar dan mewah karena sudah tergantikan dengan media online.
Ada juga yang mempunyai toko atau galery yang besar dan mewah tapi masih tetap menggunakan media informasi, tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pengujung atau konsumen untuk membeli produknya, karena di era seperti ini semua kegiatan bisnis tidak bisa lepas dari media informasi salah satunya ialah teknologi informasi.
Kesimpulan :
Pelaku bisnis tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi untuk memasarkan produknya, maka dari itu sekarang sarana teknologi informasi semakin mudah untuk kita dapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.
Kita bisa beriklan dengan biaya yang murah dengan cara membagikan selebaran di setiap stopan jalan (traffic light) maupun di tempat-tempat wisata atau belanja yang banyak dikunjungi orang.
Kita bisa beriklan bahkan langsung memasarkan produk yaitu melalui media internet, contoh : melalui domain web, facebook, twitter, blog, dll.

Penomena Dampak Perubahan

Penomena dampak perubahan adalah :
1. Kekuasaan beralih ke konsumen;
Akibat dari penomena ini produsen dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan jenis atau model yang akan diproduksinya yaitu dengan cara melakukan riset pasar, korespondensi dan promosi quiz di tempat-tempat strategis (biasanya di mall) guna mendapatkan informasi mengenai produknya.

2. Skala produksi besar tidak harus dilakukan;
Dengan banyaknya produk serupa, maka produksi skala besar tidak mungkin dilakukan sehingga harus mencari cara agar produksinya bisa besar dan konsumen merasa puas yaitu dengan cara menjaga kualitas barang/produk yang baik, pesanan layanan antar (delivery service) dengan penawaran harga terjangkau/bersaing serta cara-cara lain yang dimaksudkan untuk menarik minat konsumen.

3. Batasan wilayah negara bukan lagi kendala;
Saat ini dinegara kita telah banyak aktifitas bisnis dari berbagai kalangan lintas negara, mereka berasal dari Cina, Malaysia, Singapura dll.

4. Teknologi cepat ditiru;
Saat ini teknologi begitu cepat untuk ditiru, contoh yang paling dominan adalah handphone/gadget dengan harga jual yang jauh lebih murah dari model pertama yang dikeluarkan oleh produsen besar.

5. Setiap saat muncul pesaing;
Secara tidak disadari dari hasil tiruan tersebut, pesaing-pesaing semakin banyak dan kalau tidak ditangani dengan cermat para produsen pelopor akan kalah bersaing.

6. Meningkatnya sensitivitas pada konsumen.
Diakibatkan dari kejadian diatas, otomatis akan menimbulkan berbagai pertimbangan bagi kalangan konsumen, mereka tentunya akan lebih selektif terhadap suatu produk atau barang yang akan mereka beli.
Pertanyaan :
Apakah negara kita perlu mengikuti era pasar bebas?
Apa tujuannya?
Apa keuntungan yang diperoleh?
Apa kerugian yang diperoleh?
Sebagai contoh negara yang tidak mengikuti pasar bebas adalah cina, mereka membatasi masuknya barang-barang dari negara lain (misal Indonesia), sedangkan di negara kita produk dari cina begitu melimpah dengan harga mengalahkan produksi dalam negeri.

Dampak Bagi Perusahaan

Apa dampaknya bagi perusahaan/produsen bila hal-hal demikian terjadi?
1. Perlu manganalisis pasar;
2. Mengenali peluang pasar;
3. Merumuskan strategi pemasaran;
4. Mengembangkan taknik;
5. Menyusun anggaran
Semuanya untuk memenuhi harapan konsumen.

Ilmu Ekonomi

Definisi : Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Fokus utama : hubungan keinginan manusia dengan faktor-faktor produksi.

1. Faktor-Faktor Produksi

Faktor-faktor produksi adalah :
1. Sumber daya alam (SDA);
2. Sumber daya manusia (SDM);
3. Model
4. Kewirausahaan

2. Tujuan Ekonomi

Tujuan ekonomi adalah bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimal kepada individu dan masyarakat.

3. Persoalan Ekonomi

Ada beberapa persoalan yang mesti dicari pemecahan persoalannya, yaitu :
1. Barang dan jasa apa yang seharusnya dibuat (what);
2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how); dan
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom).

Ciri-Ciri Perusahaan

Subuah perusahaan harus memperhatikan hal berikut :
1. Operatif = Perusahaan harus selalu ada kegiatan
2. Koordinatif = harus bekerjasama satu sama lainnya
3. Reguler = ada peraturan yang harus ditaati
4. Dinamis = Selalu ada ada kemajuan
5. Formal = selalu berbentuk organisasi
6. Lokasi = tempat perusahaan berada
7. Pelayanan bersyarat = membedakan sesuai kapasitas konsumen seperti pada tiket ada kelas ekonomi ada kelas VIP dll.

Tujuan Perusahaan

Ada dua hal tujuan perusahaan, yaitu :
1. Tujuan Ekonomis
2. Tujuan Sosial

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

  • Kepada pemilik modal/investor
  • Kepada lembaga penelitian
  • Kepada pekerja/karyawan
  • Kepada konsumen
  • Kepada Distributor
  • Kepada masyarakat
  • Kepada pemasok
  • Kepada pesaing

Lingkungan Perusahaan

  • Lingkungan Eksternal
  • Lingkungan Internal

Lingkungan Eksternal Makro

  • Alam
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sosial dan Budaya
  • Demografi
  • Hubungan Internasional

 Lingkungan Eksternal Mikro

  • Pemasok
  • Perantara
  • Teknologi
  • Pasar

Lingkungan Internal

  • Tenaga Kerja
  • Peralatan dan Mesin
  • Permodalan
  • Bahan Mentah
  • Sistem informasi dan administrasi

Fungsi-Fungsi Perusahaan (1)

  1. Fungsi Operasi
  • Pembelian dan produksi
  • Pemasaran
  • Keuangan
  • Personalia
  • Akuntansi
  • Teknologi informasi
  • Hukum dan humas

  1.  Fungsi Manajemen
  • Planning
  • Organizing
  • Actuating
  • Controling

Kesimpulan

  1. Orientasi ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia.
  2. Masalah ekonomi adalah bagaimana memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas dengan faktor produksi yang terbatas.
  3. Namun dengan keinginan manusia yang tidak terbatas roda ekonomi tetap berputar.

sumber: http://kurniawansaja6.blogspot.co.id/2013/10/pengantar-bisnis-semester-1.html

TUGAS 1

Iklan yang Melanggar Etika


Halo semuanya!
      Sudah lama sekali saya tidak menorehkan kata di dalam blog ini. Nah, kali ini saya akan menulis tentang periklanan di Indonesia yang melanggar etika dalam menawarkan produknya. Kesalahan dalam periklanan dapat dilihat dari kalimat yang mengunggulkan produk itu sendiri. Biasanya, kalimat yang dapat menarik simpati masyarakat memang penting dalam sebuah iklan. Namun, kita juga harus memerhatikan peraturan dalam periklanan. Sebagai contoh, saya akan mengambil iklan produk sampo Indonesia, sebut saja dengan sampo inem.
      Sampo inem ini memang sudah terkenal di Indonesia, apalagi pemasarannya juga ada di media pertelevisian serta baliho di tepi jalan. Orang seringkali mengingat iklan, dikaernekan ada simbolik dari iklan tersebut atau slogan yang membuat masyarakat penasaran akan produk itu. Sampo inem ini, dalam periklanannya menggunakan kalimat "NO.1". Sedangkan di Indonesia sendiri, banyak produk yang lebih baik. Maka iklan ini melanggar ketentuan EPI(Etika Pariwara Indoneisa) Huruf A point 1.4 yang berbunyi "Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata "satu-satunya" atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa produk tersebut menjadi yang satu-satunya dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan." Jika dilihat dari kemasan ataupun periklanannya, memang iklan ini menarik. Karena model dari iklan sampo inem ini merupakan artis international.
      Namun, tolong diperhatikan lagi dalam pembuatan kalimat yang bermaksud ingin menarik konsumen, hindari kalimat yang melanggar aturan periklanan, Adapun lembaga periklanan agar lebih cermat dalam mengawasi periklanan di Indonesia. Sekian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat ya..
      


sumber : -http://klmpk2013.blogspot.co.id/2015/03/iklan-yang-melanggar-ketentuan-tata.html
              -https://risnayulianty.wordpress.com/2013/04/11/iklan-di-indonesia-yang-melanggar-etika-periklanan/


 
 

2 September 2013

Just Post

                                     Rasa Terpendam


Entah apa yang kurasakan
Ketika melihatmu dihadapanku
Berharap kau akan menyapaku..
Apakah hanya harapan..
Ataukah ada sedikit kepastian..

     Menunggu sejenak
    Detik demi detik pun berlalu dengan cepatnya
    Dan kau pun tersenyum kepadaku..
    Terlihat merahkah pipiku..

Oh Tuhan..
Tulangku..
Pipiku..
Terasa terhenti seketika
Berharap waktu mengabadikan semua ini
Tak bisa kuhentikan senyumku kepadamu
Wahai pujaan hati..